Pesawat Militer

Pesawat Militer (foto:en.wikipedia.org)

Sebuah pesawat militer adalah pesawat bersayap-tetap atau bersayap-putar yang dioperasikan oleh angkatan bersenjata legal ataupun pemberontak. Pesawat militer dapat berjenis pesawat tempur maupun non-tempur.

  • Pesawat tempur didesain untuk menghancurkan peralatan musuh menggunakan persenjataannya sendiri. Pesawat tempur biasanya dikembangkan dan dibeli oleh pihak militer. 
  • Pesawat non-tempur tidak didesain untuk bertempur sebagai fungsi utamanya, tetapi dapat membawa senjata untuk pertahanan diri. Pesawat jenis ini biasanya digunakan dalam fungsi pendukung, dan dapat dikembangkan oleh pihak militer maupun organisasi sipil. 

Pesawat Tempur

Pesawat tem[pur (pesawat perang) secara umum dibagi menjadi fighter dan bomber. Terdapat beberapa variasi antara fighter dan bomber, termasuk fighter-bomber seperti MiG-23, pesawat serang-darat (groud-attack) seperti Ilyushin Il-2 Shturmovik. Termasuk dalam pesawat tempur adalah pesawat patroli maritim seperti Hawker Siddeley Nimrod dan S-3 Viking yang sering diperlengkapi dengan persenjataan misil anti-kapal dan senjata anti-kapal selam.

Fighter

Peran utama fighter adalah menghancurkan pesawat musuh dalam pertempuran udara-ke-udara, menyerang maupun bertahan. Kebanyakan sangat cepat dan ber-manuverabilitas tinggi. Mengawal bomber maupun pesawat lainnya juga merupakan tugas umumnya. Mereka dapat membawa berbagai macam senjata termasuk senapan mesin, kanon, roket ataupun misil berpemandu. Banyak fighter modern mampu menembak pesawat musuh dari jarak yang sangat jauh, bahkan sebelum musuh melihatnya.

Contoh figter superioritas udara termasuk F-22 Raptor dan MiG-29. Fighter pada PD II termasuk Spitfire, P-51 Mustang dan Bf 109. Sebuah contoh interseptor (fighter yang didesain untuk lepas landas, secara cepat mencegat dan menembak pesawat musuh) adalah MiG-25. Sebagai contoh fighter berat adalah Messerschmitt Bf 110. Kata “fighter” juga kadang dipakai untuk pesawat yang secara virtual tidak memiliki kemampuan tempur udara-ke-udara, sebagai contoh adalah pesawat serang darat A-10 yang dioperasikan oleh Skuadron Fighter USAF.

Bomber

Bomber secara normal lebih besar, lebih berat dan kurang mampu bermanuver jika dibandingkan dengan fighter. Mereka mampu untuk membawa bom berkapasitas besar. Bomber hampir selalu digunakan secara eksklusif untuk menyerang daratan, dan tidak cukup cepat dan lincah untuk menghadapi fighter musuh head-to-head. Sebagian memiliki mesin tunggal dan hanya membutuhkan seorang awak, dan lainnya memiliki dua atau lebih mesin dan membutuhkan dua atau lebih awak. Sejumlah kecil bomber seperti B-2 Spirit, memiliki kemampuan siluman (stealth) yang menjaganya dari deteksi radar musuh.

Sebuah contoh bomber modern konvensional adalah B-52 Stratofortress. Contoh bomber PD II adalah B-17 Flying Fortress. Bomber terdiri dari bomber ringan, bomber medium, bomber berat, dive bomber dan bomber torpedo. AL dan marinir AS secara tradisional menyebut bomber ringan dan medium dengan “pesawat serang (attack aircraft)”.

Pesawat Serang

Pesawat serang dapat digunakan untuk mendukung pasukan darat di pihak yang sama. Beberapa dapat membawa senjata konvensional maupun nuklir jauh di belakang garis depan musuh untuk menyerang target darat prioritas. Helikopter serang menyerang kendaraan lapis baja musuh dan memberikan dukungan jarak dekat bagi pasukan darat.

Contoh pesawat serang-darat adalah Ilyushin Il-2 Shturmovik. Beberapa tipe pesawat angkut dipersenjatai dengan senjata penembakan sisi (sideways firing weapon) sebagai gunship unruk penyerangan darat, sebagai contoh AC-47 dan AC-130.

Pada AU modern, perbedaan antara bomber, fighter-bomber dan pesawat serang semakin kabur. Banyak pesawat serang, walaupun mirip dengan fighter, dioptimalkan untuk menjatuhkan bom, dengan sedikit kemampuan untuk melawan musuh dalam pertempuran udara. Memang, kualitas desainnya membuat pesawat serang darat level-rendah menjadi inferior dari pesawat superioritas udara. Kemungkinan, perbedaan paling berarti adalah bahwa bomber umumnya merupakan pesawat jarak jauh yang mampu menyerang target jauh di dalam wilayah musuh, yang mana fighter bomber maupun pesawat serang terbatas untuk melakukannya. Akan tetapi perbedaaanya dapat ditiadakan dengan adanya pengisian bahan bakar di udara, yang sangat menambah jjarak potensial dari operasi tempur.

Pesawat Tempur Multiperan

Banyak pesawat tempur yang sekarang memiliki kemampuan multiperan. Secara normal hanya diaplikasikan pada pesawat bersayap-tetap. Pesawat jenis ini dapat menjadi pesawat tempur ataupun bomber tergantung pada misi yang ditugaskan kepadanya. Contoh pesawat multiperan adalah F/A-18 Hornet. Contoh pada PD II adalah P-38 Lightning. Beberapa pesawat, seperti F-16, kebanyakan digunakan sebagai ‘bomb trucks’, meskipun didesain untuk pertempuran udara.

Pesawat Non-Tempur

Fungsi non-tempur dari pesawat militer termasuk, SAR, pengintaian, observasi/survey, angkut, latih dan pengisian bahan bakar di udara. Banyak pesawat sipil, baik yang bersayap-tetap maupun bersayap-putar, diproduksidengan model terpisah untuk penggunaan militer, seperti pesawat sipil Douglas DC-3 yang menjadi pesawat militer C-47 Skytrain, pesawat transport “Dakota”, dan beberapa dekade kemudian AC-47 aerial gunships. Glider dan balon udara juga digunakan sebagai pesawat militer, sebagai contoh balon yang digunakan untuk observasi selama Perang Sipil Amerika dan PD I. Glider digunakan pada PD II untuk mengirimkan pasukan darat selama serangan udara.

Pesawat Angkut Militer

Pesawat angkut (logistik) militer terutama digunakan untuk mengangkut pasukan dan kebutuhan perang. Kargo dapat dipasang pada palet, yang dengan mudah diangkut, aman selama penerbangan, dan dengan cepat dapat dibongkar untuk pengiriman ke tujuan. Kargo juga dapat dijatuhkan dari pesawat dalam keadaan terbang dengan menggunakan parasut,sehingga pendaratan tidak pelru dilakukan. Termasuk dalam kategori ini adalah tangker udara, pesawat ini dapat mengisi bahan bakar pesawat selama penerbangan (dalam konsisi terbang).

Contoh pesawat angkut adalah C-17 Globemaster III. Contoh pesawat era PD II adalah C-47. Contoh pesawat tanker adalah KC-135 Stratotanker. Helikopter dan glider dapat mengangkut pasukan dan logistik ke area di mana pesawat lain tidak dapat mendarat.

Menyebut peswat militer sebagai pesawat kargo adalah salah, karena pesawat angkut militer juga dapat mengangkut paratrooper dan pasukan lainnya.

Pesawat Intai dan Survey

Pesawat intai terutama digunakan untuk mengumpulkan data intelijen. Mereka dilengkapi dengan kamera dan sensor lainnya. Pesawat-pesawat ini kadang didesain secara khusus ataupun modifikasi dari tipe fighter maupun bomber dasar. Fungsi ini secara meningkat dilakukan juga oleh satelit dan UAV. Pesawat survey dan observasi menggunakan radar dan sensor lainnya untuk survey medan tempur, patroli maritim dan spotting artileri. Mereka termasuk pesawat sipil yang dimodifikasi, balon yang tertambat dan UAV.
Pesawat Eksperimental

Pesawat eksperimental didesain untuk pengujian aerodnamis, struktur, sistem avionik, atau konsp propulsi. Mereka biasanya diperlengkapi dengan baik, dengan telemetered data performa di data link frekuensi-radio untuk stasiun darat yang berlokasi di area pengujian di mana pesawat ini diterbangkan. Contoh pesawat eksperimental adalah XB-70 Valkyrie.

Sumber:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *