IJN I-400 (STo / Sen-Toku) Submarine Aircraft Carrier

IJN I-400 (gambar: www.the-blueprints.com)

Nama: IJN I-400 (STo / Sen-Toku) 
Tipe Klasifikasi: Submarine Aircraft Carrier 
Kelas Kapal: I-400 Class 
Kapal Sekelas: Tiga 
Negara Asal: Kekaisaran Jepang 
Operator: Kekaisaran Jepang 
Kapal Sekelas: I-400; I-401; I-402
Pada saat pembuatannya selesai, kelas kapal selam I-400 beroperasi untuk AL Kekaisaran Jepang dan menjadi kapal selam terbesar yang pernah di buat selama PD II. Desainnya unik karena dapat mengangkut, meluncurkan dan mendaratkan tiga pesawat floatplane didalam sebuah hanggar bertekanan yang digunakan untuk pengintaian dan serangan bom terbatas. Di luar kegunaan dari pesawat tersebut, I-400 didesain sebagai kapal selam serang, yang berarti setelah meluncurkan pesawatnya, kapal induk ini masih dapat “berburu” kapal permukaan milik Sekutu. Dengan sekitar 18 kapal selam sekelas I-400 yang direncanakan dari 1943 ke atas, hanya tiga yang diselesaikan dan tidak ada yang terlihat beroperasi sebelum berakhirnya perang. Kapal selam kelas I-400 pertama diluncurkan pada 1944 dan yang terakhir pada 1945. Konstruksi berlangsung dari Januari 1943 hingga Juli 1945. Perang bagi kekaisaran Jepang berakhir pada akhir Agustus 1945, dan kemampuan perangnya dilucuti sepenuhnya.

Frustasi dengan ketidakmampuan mereka untuk memukul target AS di daratan utama AS, Jepang juga menghadapi penyusutan jangkauan operasional karena pasukan Sekutu. Otoritas IJN (yang dipimpin oleh Admiral Yamamoto sendiri) memunculkan ide “submarine aircraft carrier”. Ide ini berupa pembuatan kapal selam yang cukup besar untuk mengangkut dua pesawat floatplane yang dapat ditransportasikan di bawah laut (dan tidak terdeteksi) ke area yang mudah menjangkau target di sepanjang pantai AS. Pesawat-pesawat ini kemudian diluncurkan untuk mengebom target atau melakukan pengintaian sebelum datangnya serangan dari pasukan Jepang lainnya. Kapal selam ini didesain untuk pengoperasian jangka panjang, perjalanan laut yang berat dan dapat mencapai titik manapun di dunia ini dengan kekuatannya sendiri. Idenya adalah untuk membawa perang langsung ke kota-kota dan kepentingan Amerika, sebuah prospek yang cukup bagus sejak serangan Pearl Harbor pada Desember 1941. Otoritas Jepang membayangkan serangan langsung ke galangan kapal, kilang minyak, kota-kota dan kepentingan utama Amerika seperti Terusan Panama yang menjadi jalur utama AL AS dengan kapal perang baru, kapal selam dan logistik dari pantai Timur AS. Kapal-kapal masuk ke Lautan Pasifik melalui Terusan Panama sebelum menuju pelabuhan-pelabuhan di Pantai Barat AS sebelum menuju Hawaii dan peperangan di Pasifik.

Pengerjaan desain kapal ini dilakukan pada 1942 dengan konstruksinya secara formal dimulai pada awal 1943. Galangan kapal di Kure, Hiroshima dan Sasebo ditunjuk untuk membangun kapal selam besar ini. Alinya, Jepang mengharapkan dapat membuat 18 kapal selam semcam ini. Akan tetapi, pesanan menyusut menjadi hanya setengahnya menyusul kekalahan IJN (Yamamoto sendiri terbunuh pada saat perjalanan ke kepulauan Solomon), kekurangan suplay dan menurunnya ketertarikan pada proyek ini. Sembilan pesanan kemudian menurun menjadi lima dan hanya tiga yang diselesaikan dan dapat dioperasikan. Ketiga kapal ini diberi nama I-400 (lead ship dari kelas ini), I-401 and I-402.

Kelas I-400 ditempa menjadi sebuah kapal selam mammoth yang didesain baik untuk pelayaran permukaan maupun menyelam dengan kedalaman 328 kaki. As such, the vessel was highly Kapal selam ini bertekanan tinggi dan mempunyai hangar sebagai tempat untuk pesawat floatplane. Sementara rencana awalnya untuk dapat mengangkut 2 pesawat, kelas I-400 didesain untuk dapat menampung tiga pesawat floatplane, yaitu seri pesawat floatplane Aichi M6A1 “Seiran”. Dari luar, kapal selam ini tidak berbeda dengan kapal selam konvensional dengan bentuk kontur halus dari haluan hingga buritan. Kapal selam ini mengambil benduk silinder tradisional dan bagian atasnya datar yang merupakan platform yang cocok ketika kapal ke permukaan. Sistem propelernya berada di bagian belakang ekstrim dan digerakkan oleh empat mesin diesel ketika di permukaan dan dua motor elektrik powerful ketika menyelam. Mesin-mesinnya terjalin pada sebuah gearbox yang memberikan tenaga pada sepasang propeller shafts. Sebuah rudder ditempelkan pada ujung ekstrem kapal untuk berbelok.

Desainnya menghasilkan panjang hampit 400 kaki dengan sebuah beam yang cukup lebar untuk pesawat yaitu 39 kaki. I-400 memiliki draught 23 kaki dan diplacement 6,500 ton. Hangar bertekanan terletak di bagian tengah kapal sehingga memaksa superstruktur bridge digeser ke sebelah kiri dari garis tengah. Hangarnya dapat diakses dari dalam kapal ini sendiri maupun dari luar melalui dek. Dek bagian depan didominasi dengan sistem peluncuran ketapel dari superstruktur bridge hingga haluan dan agak miring ke atas untuk mendukung lepas landas jarak pendek floatplane-nya. Sebuah lengan derek yang dapat dilipat dipasang pada bridge dan digunakan untuk mendaratkan pesawat ke kapal selam jika diperlukan.

I-400 dipersenjatai dengan sebuah meriam dek 140mm (5.5″) dan 4 kanon anti pesawat Type 96 25mm. Meriam dek dipasang di belakang bridge superstruktur, sementara sepasang kanon triple-mounted 25mm dipasang di belakang proper, di sepanjang platform superstruktur. Kanon triple-mounted 25mm sisanya dipasang di depan tower disepanjang platform yang sama. Sebuah kanon single-mounted 25mm dipasang pada belakang bridge. Jaringan ini pada awalnya dimaksudkan untuk melawan semua pesawat musuh yang terbang rendah. I-400 masih memiliki persenjataan seperti halnya kapal selam biasanya, dilengkapi dengan delapan tabung torpedo 533mm, semuanya menghadap ke depan di haluan, dengan kapasitas amunisi 20 torpedo, untuk menghadapi dan menyerang kapal permukaan Sekutu. Pesawat floatplane-nya mempunyai drop-bomb konvensional dan torpedo.

Desainnya yang unik, juga membutuhkan pendekatan berbeda pada konstruksi hull. Sebagai ganti bentuk cross section silindris dasar, kelas I-400 dibuat dengan sebuah horizontally-set “figure eight” cross section (jika dilihat dari depan) yang dibutuhkan untuk strukturnya yang besar dan untuk bertahan pada tekanan di kedalaman operasionalnya Kapal ini juga dibuat dengan pemasangan khas kapal selam biasanya, seperti periskop siang dan malam (dari Jerman), penerima peringatan radar, fasilitas radar pendeteksian pesawat/kapal permukaan.

Kecepatan permukaan maksimumnya 19 knots dan pada saat menyelam setara dengan 7 knots. Jarak jelajah permukaannya mengagumkan, sejauh 4.350 mil, tetapi jarak saat menyelamnya sangat terbatas, hanya 68 mil ketika bergerak dengan tenaga battery-nya. Seperti kapal selam diesel-elektrik pada masanya, kapal ini harus ke permukaan untuk mengisi ulang battery dan suplay oksigen, membuat ini menjadi waktu yang paling beresiko untuk kapal dan awaknya. Sebuah snorkel tetap mengijinkan kapal berada di bawah garis permukaan air pada kedalaman periskop untuk misi siluman/stealth di pantai dan pada saat bersamaan dapat melakukan pengisian ulang battery.

Walaupun desainnya yang abisius, kelas I-400 tidak pernah terlibat dalam perang untuk Kekaisaran Jepang. Ketiga kapal yang selesai dibuat tidak pernah terlihat dioperasikan walaupun ada dua yang sudah ditugaskan.

IJN I-400 (foto:www.combinedfleet.com)

I-400 dibangun oleh Kure Naval Arsenal dan diletakkan (laid down) pada 18 Janiuari 1943, diluncurkan pada 18 Januari 1944 dan selesai secara resmi pada 30 Desember 1944. Kapal ini kemudian ditangkap oleh USS Blue pada 189 Agustus 1945.

I-401 dibangun oleh Sasebo Naval Arsenal dan di-laid down pada 26 April 1943, diluncurkan pada 11 maret 1944 dan selesai dibangun pada 8 Januari1945. Kapal ini kemudian ditangkap oleh USS Segundo pada 29 Agustus 1945.

I-402 dibuat oleh Sasebo Naval Arsenal dan di-laid down pada 20 Oktober 1943 diluncurkan pada 5 September 1944 dan selesai pada 24 Juli 1945. Kapal ini tidak pernah secara resmi ditugaskan, dan pada akhirnya dirubah menjadi kapal selam. Kapal selam ini kemudian dibebastugaskan pada 15 November 1945.

I-400 dan I-401 dikirim oleh tentara Amerika ke Hawaii untuk evaluasi dan akhirnya tenggelam pada lepas pantai Oahu. I-400 tenggelam pada 4 Juni 1946 dan I-401 sebelumnya pada 31 Mei 1946.. I-402 tenggelam di lepas pantai Pulau Goto di dekat Jepang pada 1 April 1946. Semua hal tersebut dilakukan setelah inspeksi Sekutu tergadap teknologi kapal ini, dan untuk mencegah Soviet melakukan hal yang sama.

I-403, I-406, I-407, I-408 dan I-409 dibatalkan pada Oktober 1943. I-404 berada dalam proses 96% ketika serangan bom Sekutu merusaknya. Kapal ini kemudian dibuang setelah perang pada 1952. I-405 mulai dibangun tetapi usaha kerasnya dihentikan pada 1944, dan kemudian kapal ini dibuang pada 1945.

Kesuksesan kapal selam kelas I-400 dalam peran awalnya, meninggalkan imajinasi bagi pembaca.

3-view IJN I-400 (gambar: www.the-blueprints.com)

Spesifikasi IJN I-400 (STo / Sen-Toku)

Dimensi:
Panjang: 400 kaki (121.92m)
Beam: 39.4 kaki (12.01m)
Draught: 23 kaki (7.01m)

Performa:
Kecepatan Permukaan: 18.7kts (22mph)
Kecepatan Menyelam: 12kts (14mph)
Jarak Jelajah Permukaan: 4.350 mil
Jarak Jelajah Menyelam (sekali pengisian ulang): 68 mil

Persenjataan:
8 x tabung torpedo 533mm
1 x meriam dek 140mm /40
3 x kanon triple-mounted anti-pesawat 25mm
1 x kanon single-mounted anti-pesawat 25mm

Struktur:
Awak: 144
Displacement Permukaan: 6,670ton

Permesinan:
Mesin: 4 x mesin diesel, menghasilkan 2,250 horsepower masing-masing; 2 x motor elektrik menghasilkan 2,100 horsepower masing-masing.

Air Arm:
3 x pesawat floatplane recoverable Aichi M6A1 Seiran

Sumber:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *