McDonnell Douglas F-4 Phantom II, 1958

Role: Interceptor fighter, fighter-bomber
National origin: United States
Manufacturer: McDonnell Aircraft/McDonnell Douglas
First flight: 27 May 1958
Introduction: 30 December 1960
Status: 631 active in non-US service. Also in US service as drones as of 2008
Primary users: United States Air Force; United States Navy; United States Marine Corps
Produced: 1958–1981
Number built: 5,195
Unit cost: US$2.4 million when new (F-4E)

McDonnell Douglas F-4 Phantom II adalah pesawat tempur interseptor/bomber dua tempat duduk, bermesin ganda, semua cuaca, jarak jauh yang awalnya dikembangkan untuk AL AS oleh McDonnell Aircraft. Pesawat ini terbukri sangat adaptable, dan menjadi salah satu bagian utama airwings dari US Navy, US Marine Corps dan US Air Force. Pesawat ini digunakan secara luas oleh ketiganya selama Perang Vietnam, menjadi pesawat tempur superioritas udara utama bagi AL dan Angkatan Udara AS, serta memegang peranan penting sebagai penyerang daratan dan pengintaian dalam perang.

Mulai beroperasi di tahun 1960, Phantom terus menjadi bagian dari kekuatan udara militer AS sepanjang tahun 1970-an dan 1980-an, secara bertahap diganti dengan pesawat yang lebih modern seperti F-15 Eagle dan F-16 Fighting Falcon di AU AS; F-14 Tomcat dan F/A-18 Hornet di AL AS, dan F/A-18 di korps marinir. Pesawat ini tetap digunakan oleh Amerika Serikat dalam peran pengintaian dan Wild Weasel pada Perang Teluk 1991, akhirnya dipensiunkan tahun 1996. Phantom yang juga dioperasikan oleh angkatan bersenjata dari 11 negara lain. Phantoms Israel dipakai secara luas dalam konflik Arab-Israel, sedangkan Iran menggunakan armada besar Phantoms dalam Perang Iran-Irak. Phantoms tetap berada di garis depan pelayanan dengan tujuh negara, dan digunakan sebagai target tak berawak oleh AU AS.

Produksi Phantom berjalan pada 1958-1981, dengan total 5.195. Produksi ekstensif ini membuatnya sebagai pesawat Barat kedua yang diproduksi terbanyak, setelah F-86 Sabre dengan produksi mendekati 10.000.

Overview

F-4 Phantom dirancang sebagai pesawat tempur armada pertahanan untuk AL AS, dan pertama beroperasi di tahun 1960. Pada 1963, pesawat ini diadopsi oleh AU AS untuk peran fighter-bomber. Ketika produksi berakhir pada 1981, 5.195 Phantom II telah dibuat, membuatnya menjadi pesawat supersonic Amerika terbanyak. Sampai datangnya F-15 Eagle, F-4 juga memegang rekor untuk lamanya waktu produksi yang berjalan hingga 24 tahun. Inovasi F-4 termasuk radar pulse-doppler dan penggunaan luas bahan titanium dalam airframe.

Walaupun dimensi yang mengagumkan dan berat take-off maksimalnya di atas 60.000 pounds (27.000 kg), F-4 memiliki kecepatan maksimal Mach 2,23 dan kecepatan naiknya lebih dari 41.000 kaki per menit (210 m/s). Tak berapa lama setelah pengenalan pesawat ini, Phantom membuat 15 rekor dunia, termasuk rekor kecepatan absolut 1.606,342 mph (2.585,086 km/h), dan rekor ketinggian mutlak 98.557 kaki (30.040 m). Walaupun dilakukan pada 1959-1962, lima rekor kecepatannya tidak dipecahkan oleh pesawat lain hingga 1975 ketika F-15 Eagle mulai beroperasi.

F-4 dapat membawa hingga 18.650 pounds (8480 kg) senjata pada sembilan hardpoints eksternal, termasuk misil udara-ke-udara dan udara-ke-tanah, dan bom tanpa-pemandu, ber-pemandu, dan nuklir. Sejak F-8 Crusader digunakan untuk pertempuran jarak dekat, F-4 dirancang, seperti interseptor masa kini, tanpa kanon internal. Dalam dogfight, RIO atau WSO (biasa disebut “backseater” atau “pitter”) membantu pelacakan pesawat musuh, visual maupun dengan radar. Pesawat ini menjadi fighter-bomber utama di AL dan AU AS pada akhir Perang Vietnam.

Karena tampilan yang unik dan pengoperasiannya yang meluas oleh militer Amerika Serikat dan sekutunya, F-4 menjadi salah satu ikon yang paling dikenal pada masa Perang Dingin. Ia beroperasi dalam Perang Vietnam dan konflik Arab-Israel,awak F-4 Amerika Crews mengklaim 277 kemenangan udara di Asia Tenggara dan menyelesaikan serangan tak terhitung ke darat.

F-4 memiliki kinerja kecepatan Mach 2 dengan jarak jauh dan kapasitas angkut seperti bomber, sehingga menjadi rujukan untuk generasi pesawat berikutnya untuk ukuran pesawat tempur berbobot besar dan kecil/menengah dan dioptimalkan untuk siang hari. Phantom digantikan oleh F-15 Eagle dan F-16 Fighting Falcon di AU AS. Di AL As, diganti oleh F-14 Tomcat dan F/A-18 Hornet yang memakai kembali konsep pesawat tempur peran-ganda.

Desain dan Pengembangan

Asal Muasal

Dalam 1952, Ketua aerodinamis McDonnell, Dave Lewis, ditunjuk oleh CEO Jim McDonnell menjadi Preliminary Desain Manager perusahaan itu. Dengan tidak adanya kompetisi baru untuk pembuatan pesawat terbang, studi internal AL menyimpulkan bahwa sangat diperlukan pesawat baru dengan jenis yang berbeda, yaitu pesawat attack-fighter.

Pada 1953, McDonnell Aircraft mulai merevisi pesawat tempur AL F3H-Demon, untuk meningkatkan kemampuan dan kinerja yang lebih baik. Perusahaan mengembangkan beberapa proyek termasuk varian yang bermesin Wright J67, dan varian yang bermesin dua Wright J65, atau dua mesin General Electric J79. Versi bermesin J79 menjanjikan kecepatan tertinggi Mach 1,97. Pada tanggal 19 September 1953, McDonnell mendekati AL Amerika Serikat dengan proposal untuk “Super Demon”. Uniknya, pesawat terbang ini modular-dapat dipasang dengan hidung satu atau dua kursi untuk berbagai misi, ujung hidung berbeda untuk menampung radar, kamera foto, empat kanon 20 milimeter, atau 56 roket tak-berpemandu FFAR di samping sembilan hardpoints di bawah sayap dan badan pesawat. AL tertarik untuk memesan maket skala penuh dari F3H-G/H, tetapi merasa bahwa Grumman XF9F-9 dan Vought XF8U-1 sudah memenuhi kebutuhan AL akan pesawat tempur supersonik.

Desain McDonnell dibuat ulang menjadi fighter-bomber segala cuaca dengan 11 hardpoints eksternal untuk senjata dan pada tanggal 18 Oktober 1954, perusahaan menerima surat untuk membuat dua purwarupa YAH-1. Pada tanggal 26 Mei 1955, empat petugas AL tiba di kantor McDonnell, dan dalam pertemuan satu jam, perusahaan diberi satu set kebutuhan AL untuk pesawat baru. Karena AL AS sudah memiliki pesawat serang-daratt A-4 Skyhawk dan F-8 Crusader untuk dogfighting, proyek McDonnell baru harus memenuhi kebutuhan untuk armada pesawat interseptor pertahanan segala cuaca. Pesawat juga akan ditambahkan dengan radar yang lebih canggih untuk awak pesawat kedua.

XF4H-1 prototype

XF4H-1 dirancang untuk membawa empat misil berpemandu-radar semi-recessed AAM-N-6 Sparrow III, dan harus bermesin dua J79-GE-8. Seperti pada F-101 Voodoo, mesin dipasang rendah di dalam badan pesawat untuk memaksimalkan kapasitas bahan bakar internal dan mengalirkan udara melalui intake geometri tetap. Sayap bagian-tipisnya memiliki sudut pangkal tekuk 45 derajat dan telah dilengkapi dengan sistem kontrol lapisan batas untuk kontrol pada kecepatan rendah yang lebih baik.

Pengujian terowongan angin telah menunjukkan ketidakstabilan lateral yang memerlukan penambahan dihedral lima derajat ke sayap. Untuk menghindari desain ulang bagian pusat titanium pesawat terbang, teknisis McDonnell memiringkan ke atas hanya bagian luar sayap 12 derajat dengan rata-rata lima derajat pada keseluruhan bentang sayap. Sayap juga menerima “dogtooth” khusus untuk meningkatkan kontrol di serangan sudut tinggi. Seluruh ekor pesawat bergerak diberikan 23 derajat anhedral untuk meningkatkan kontrol pada serangan sudut tinggi namun tetap mempertahankan ekor dari panas udara pembuangan. Selain itu, intakes udara telah dilengkapi dengan ramps yg dpt digerakkan untuk mengatur aliran udara ke mesin di kecepatan supersonik. Kebutuhan performa untuk pesawat interseptor semua cuaca telah dicapai berkat radar AN/APQ-50. Untuk mengakomodasi operasi di kapal induk, roda pendaratan dirancang alat perkakas yang dirancang untuk menahan pendaratan dengan “sink-rate” 23 kaki per detik (7 m/s), sedangkan hidung dapat diperpanjang kira-kira 20 inches (50 cm) untuk meningkatkan sudut serangan daat takeoff .

Naming the aircraft

Terdapat proposal untuk nama F4H “Satan” dan “Mithras”, Dewa Cahaya Persia. Pada akhirnya, pesawat ini diberi nama yang kurang kontroversial “Phantom II”, Phantom pertama adalah pesawat tempur McDonnell yang lain, FH-1 Phantom. Phantom II diberi kode F-110A dan nama “Spectre” oleh AU AS, tetapi keduanya tidak dipakai.

Pengujian Purwarupa

Pada tanggal 25 Juli 1955, AL memesan dua pesawat uji XF4H-1 dan lima pesawat pra-produksi YF4H-1. Phantom melakukan penerbangan pertama pada tanggal 27 Mei 1958 dengan Robert C. Little sebagai pilotnya. Masalah hidrolis terjadi saat pengeluaran-pemasukan roda pendaratan tetapi penerbangan selanjutnya berlangsung lebih lancar. Pengujian awal menghasilkan desain ulang dari intake udara, termasuk penambahan 12500 lubang khusus pada setiap ramp, dan pesawat terbang imbang terhadap XF8U-3 Crusader III. Karena beban kerja operator, AL menginginkan pesawat dua kursi dan pada tanggal 17 Desember 1958, F4H dinyatakan sebagai pemenang. Keterlambatan dengan mesin J79-GE-8 mengakibatkan produksi awal pesawat ini dilengkapi dengan mesin J79-GE-2 dan -2A yang masing-masing memiliki tenaga 16.100 pound (71,8 kN) dengan pendorong afterburning. Pada 1959, Phantom melakukan percobaan kesesuaian kapal induk, dengan peluncuran dan pendaratan pertama kali berhasil dilakukan pada tanggal 15 Februari 1960 dari USS Iindependence

Variants

F-4A, B, J, N and S
Variants for the US Navy and the US Marines. F-4B was upgraded to F-4N, and F-4J was upgraded to F-4S.

F-110 Spectre, F-4C, D and E
Variants for the U.S. Air Force. F-4E introduced an internal M61 Vulcan cannon. F-4D and E were widely exported. 
F-4G Wild Weasel V
A dedicated SEAD variant with updated radar and avionics, converted from F-4E. The designation F-4G was applied earlier to an entirely different Navy Phantom. 
F-4K and M
Variants for British military re-engined with Rolls-Royce Spey turbofans.
F-4EJ
Simplified F-4E exported to and license-built in Japan.
F-4F
Simplified F-4E exported to Germany.
QF-4B, E, G, N and S
Retired aircraft converted into remote-controlled target drones used for weapons and defensive systems research.
RF-4B, C, and E
Tactical reconnaissance variants.

Specifications (F-4E)

General characteristics
•Crew: 2
•Length: 63 ft 0 in (19.2 m)
•Wingspan: 38 ft 4.5 in (11.7 m)
•Height: 16 ft 6 in (5.0 m)
•Wing area: 530.0 ft² (49.2 m²)
•Airfoil: NACA 0006.4-64 root, NACA 0003-64 tip
•Empty weight: 30,328 lb (13,757 kg)
•Loaded weight: 41,500 lb (18,825 kg)
•Max takeoff weight: 61,795 lb (28,030 kg)
•Powerplant: 2× General Electric J79-GE-17A axial compressor turbojets, 17,845 lbf (79.4 kN) each
•Zero-lift drag coefficient: 0.0224
•Drag area: 11.87 ft² (1.10 m²)
•Aspect ratio: 2.77
•Fuel capacity: 1,994 US gal (7,549 L) internal, 3,335 US gal (12,627 L) with three external tanks
•Maximum landing weight: 36,831 lb (16,706 kg)

Performance
•Maximum speed: Mach 2.23 (1,472 mph, 2,370 km/h) at 40,000 ft (12,190 m)
•Cruise speed: 506 kn (585 mph, 940 km/h)
•Combat radius: 367 nmi (422 mi, 680 km)
•Ferry range: 1,403 nmi (1,615 mi, 2,600 km) with 3 external fuel tanks
•Service ceiling: 60,000 ft (18,300 m)
•Rate of climb: 41,300 ft/min (210 m/s)
•Wing loading: 78 lb/ft² (383 kg/m²)
•lift-to-drag: 8.58
•Thrust/weight: 0.86 at loaded weight, 0.58 at MTOW
•Takeoff roll: 4,490 ft (1,370 m) at 53,814 lb (24,410 kg)
•Landing roll: 3,680 ft (1,120 m) at 36,831 lb (16,706 kg)

Armament
•Up to 18,650 lb (8,480 kg) of weapons on nine external hardpoints, including general purpose bombs, cluster bombs, TV- and laser-guided bombs, rocket pods (UK Phantoms 4× Matra rocket pods with 18× SNEB 68 mm rockets each), air-to-ground missiles, anti-runway weapons, anti-ship missiles, targeting pods, reconnaissance pods, and nuclear weapons. Baggage pods may also be carried. External fuel tanks of 370 US gal (1,420 L) capacity for the outer wing hardpoints and either a 600 or 610 US gal (2,310 or 2,345 L) fuel tank for the centerline station can be fitted to extend the range.
•4x AIM-7 Sparrow in fuselage recesses plus 4x AIM-9 Sidewinders on wing pylons; upgraded Hellenic F-4E and German F-4F ICE carry AIM-120 AMRAAM, Japanese F-4EJ Kai carry AAM-3, Hellenic F-4E will carry IRIS-T in future. Iranian F-4s could potentially carry Russian and Chinese missiles. UK Phantoms Skyflash missiles[108]
•1x M61 Vulcan 20 mm gatling cannon, 640 rounds
•4x AIM-9 Sidewinder, Python-3 (F-4 Kurnass 2000), IRIS-T (F-4E Hellenic Air Force)
•4x AIM-7 Sparrow, AAM-3(F-4EJ Kai)
•8x AIM-120 AMRAAM for F-4F ICE, Turkish F-4 2020 Terminator, F-4E ICE Hellenic Air Force
•8x AGM-65 Maverick
•4x AGM-62 Walleye
•4x AGM-45 Shrike, AGM-88 HARM, AGM-78 Standard ARM
•4x GBU-15
•18x Mk.82, GBU-12
•5x Mk.84, GBU-10, GBU-14
•18x CBU-87, CBU-89, CBU-58
•SUU-23/A 23 mm Gunpod

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *