McDonnell F3H Demon, 1951

Role: carrier-based fighter
Manufacturer: McDonnell Aircraft Corporation
First flight: 07 August 1951
Introduced: 07 March 1956
Retired: 1964
Primary user: United States Navy

McDonnell F3H Demon adalah pesawat jet tempur berbasis kapal induk milik AL AS. Pesawat ini adalah suksesor dari F2H Banshee, setelah mengalami beberapa masalah, pesawat ini beroperasi dari 1956 – 1964.

Pengembangan

Pengembangan pesawat dimulai pada tahun 1949. Pesawat terbang dirancang dengan satu mesin Westinghouse J40, yang memiliki daya dorong lebih dari 11.000 lbf (49 kN)- tiga kali kekuatan mesin milik Banshee. Pesawat ini adalah yang pesawat produksi McDonell pertama yang memiliki sayap tertekuk dan menjadi salah satu pesawat AS pertama yang memiliki senjata misil.

Purwarupanya terbang pertama kali pada 7 Agustus 1951 oleh pilot tes Robert Edholm, dan tes penerbangan pertama untuk desain operasional pada Januari 1953. Mesinnya sangat mengecewakan karena hanya mampu menghasilkan setengah dari tenaga yang diharapkan. Parahnya, mesinnya mudah rusak dan tidak stabil. Dari 35 pesawat F3H-1N yang bermesin J40, delapan diantaranya mengalami kecelakaan besar. Pesawat dengan mesin J40 dipensiunkan dan mesin baru dicari. Versi pesawat intai F3H-1P tidak pernah dibuat.

Alternatif mesin terbaik adalah Allison J71 yang juga digunakan untuk pesawat B-66 Destroyer. Setelah F3H ini menggunakan mesin ini namanya berubah menjadi F3H-2n. Penggunaan mesin memerlukan sebuah sayap yang lebih besar dan badan pesawat didesain ulang. Dalam pengoperasian, J71 terbukti bermasalah, tenaganya kurang untuk pesawat seukuran Demon. Mesin juga sering mengalami kebakaran dan kemacetan kompresor. Demon dengan mesin J71 terbang pertama pada Oktober 1954. Masalah besar lainnya adalah keandalan kursi lontar: versi awal ditemukan kurang bisa diandalkan dan akhirnya diganti dengan kursi lontar Martin-Baker yang menjadi standar AL karena kinerja tinggi pada ketinggian rendah.

Walaupun ada masalah, AL memesan 239 F3H-2S, dan pertama kali dikirim pada bulan Maret 1956. 519 Demons dibuat hingga akhir produksi pada November 1959. Pesawat ini bukanlah yang pesawat interseptor pertama yang memakai radar semua cuaca (Radar AN/APG-51 pertama kali dipasang pada F2H-4 Banshee). F3H-2 Demon mempunyai AN/APG-51A, kemudian di-upgrade ke versi 51-B dengan tuneable magnetron kemudian menjadi versi 51-C dengan countermeasures yang lebih baik di receiver.

Standar senjata F3H-2N adalah empat kanon Colt Mk 12 20 mm. Pada tahun berikutnya dua kanon dilepas untuk menjaga berat. Pada model selanjutnya, F3H-2M, telah dilengkapi Raytheon AAM-N-2 Sparrow dan kemudian misil udara-ke-udara Sidewinder. Pesawat yang dioperasikan membawa kedua jenis misil tersebut. Kanon tidak digunakan dalam aplikasi pertahanan udara kapal induk, tetapi terpasang apabila situasi memaksa(seperti Krisis misil Kuba), dan ketika pesawat terbang digunakan untuk menyerang sasaran permukaan.

Sebuah versi intai, F3H-2P, telah diusulkan, tetapi tidak pernah direalisasikan.

Pesawat ini tetap menjadi garis depan AL AS sampai 1962, ketika ia digantikan oleh F-4 Phantom II (yang merupakan pengembangan “Super Demon” yang diusulkan, merupakan versi F3H yang lebih besar dan lebih berat; konsep ini muncul di abad ke-21 dengan F/A-18E/F Super Hornet, yang merupakan versi lanjut dari F/A-18 Hornet). Walaupun dikembangkan selama Perang Korea, pesawat ini sama sekali tidak terlibat pada perang tersebut, meskipun terbang di atas Quemoy dan Libanon pada tahun 1958.

Pada tahun 1962, F3H diberi nama ulang menjadi F-3. F3H-2N menjadi F-3C, F3H-2M menjadi MF-3B dan F3H-2 menjadi F-3B.

Demon terakhir beroperasi untuk skwadron, VF-161 ‘Chargers’, F-3 mereka digantikan dengan F-4 Phantom II pada bulan September 1964.

Karena visibilitas dari kokpit yang luar biasa, Pesawat ini diberi julukan “The Chair.” Pilot pesawat ini dijuluki “Demon Driver” dan orang-orang yang bekerja pada pesawat ini dikenal sebagai “Demon Dokter”. Rasio bobot-kekuatan mesin yang kurang memberikan julukan yang jelak buatnya “lead sled” terkadang diperpendek menjadi “sled”.

Varian

XF3H-1 : Prototypes. Two built.
F3H-1N: Single-seat fighter version. This was the first production model.
F3H-1P : Proposed reconnaissance version. Never built.
F3H-2: Single-seat strike fighter version. Resignated F-3B in 1962.
F3H-2N: Improved single-seat fighter version. Redesignated F-3C in 1962.
F3H-2M: Single-seat fighter version. It was armed with four AIM-7 Sparrow air-to-air missiles. Redesignated MF-3B in 1962.
F3H-2P: Proposed reconnaissance version. Never built.
F3H-3: Proposed version. Never built.

Specifications (F3H-2)

General characteristics
•Crew: 1
•Length: 59 ft 0 in (17.98 m)
•Wingspan: 35 ft 4 in (10.77 m)
•Height: 14 ft 7 in (4.45 m)
•Wing area: 442 ft² (41.1 m²)
•Empty weight: 21,287 lb (9,656 kg)
•Loaded weight: 31,145 lb (14,127 kg)
•Max takeoff weight: 39,000 lb (17,700 kg)
•Powerplant: 1× Westinghouse J40-WE-22 turbojet, 14,400 lbf (64 kN)

Performance
•Maximum speed: 716 mph (622 knots, 1,152 km/h)
•Range: 1,800 mi (1,600 nm, 2,900 km)
•Service ceiling: 42,650 ft (13,000 m)
•Rate of climb: 14,350 ft/min (72.9 m/s)
•Wing loading: 60 lb/ft² (293 kg/m²)
•Thrust/weight: 0.46

Armament
•Guns: 4× 20 mm (0.787 in) Colt Mk 12 cannons, 150 rounds/gun
•Missiles: 4× AIM-7 Sparrow
•Bombs: 6,000 lb (2,720 kg) of bombs

Avionics
•AN/APG-51A, B, and C radar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *