McDonnell XF-88, 1948

Role: Escort fighter
Manufacturer: McDonnell
First flight: 20 October 1948
Status: Cancelled
Primary user: United States Air Force
Number built: 2
Unit cost: US$6.6 million for the program

McDonnell XF88 Voodoo pesawat jet tempur bermesin ganda jarak jauhyang dirancang untuk Angkatan Udara Amerika Serikat. Walaupun tidak pernah beroperasi, desainnya diadaptasikan untuk F-101 Voodoo.

Design and development

XF-88 berasal dari kebutuhan AU Amerika Serikat pada 1946 untuk pesawat tempur penetrasi untuk mengawal bombers ke area target. Pesawat ini pada dasarnya dibuat untuk menggantikan pesawat masa perang P-51 Mustang yang telah mengawal Bomber B-17 Flying Fortress di atas Jerman. Pesawat XF-88 diharapkan akan memiliki radius tempur 900 mil (1450 km) dan kinerja tinggi. McDonnell mengembangkan pesawat ini, dikenal dengan model 36, pada 1 April 1946. Pada tanggal 20 Juni perusahaan ini diberi kontrak untuk membuat dua purwarupa yang diberi nama XP-88. Dave Lewis adalah Ketua sistem aerodinamik pada proyek ini.

Desain awalnya pesawat ini memiliki ekor berbentuk V, tapi pada tes terowongan angin menunjukkan adanya permasalahan Aerodynamis yang mengharuskan adanya sebuah desain ulang ekstensif. USAAF (yang menjadi Angkatan Udara Amerika Serikat pada tanggal 17 September 1947) menyetujui perubahan ini. Bila USAF mengubah skema tujuan program di tahun 1948, purwarupa yang belum terbang ini diberi nama ulang XF-88. Pesawat ini dikenal sebagai Voodoo.

Voodoo memiliki sayap terpasang menengah-rendah, tertekuk hingga 35°. Dua mesin berada di bagian bawah badan pesawat, dengan pipa jet di bawah belakang badan pesawat. Purwarupa pesawat memakai mesin XJ34, meskipun versi produksi F-88A akan mempunyai dua mesin turbojet Westinghouse J46 dengan masing-masing mempunyai tenaga dorong 26,33 kN (5920 lbf). Intake udaranya terpasang di akar sayap. Hidung Voodoo yang pemdek tidak memiliki radar, ditujukan sebagai tempat senjata, enam senapan/kanon M39.

Penerbangan pertama XF-88 dilakukan pada tanggal 20 Oktober 1948. Pesawat yang diterbangkan ini tidak memakai afterburning dan tidak ada persenjataan. Terlihat pesawat ini kekurangan tenaga, sehingga mengarah pada kekeputusan untuk memasang afterburner pada purwarupa kedua, dengan nama XF-88A dan membuat penerbangan pertamanya pada tanggal 26 April 1949. (Purwarupa pertama telah dimodifikasi untuk memenuhi standar yang sama dengan XF-88A.)

Kompetisi dilakukan untuk pemilihan pesawat untuk produksi, antara Lockheed XF-90 dan Amerika Utara XF-93Kertas yang berlaku di kompetisi terhadap Lockheed XF-90 dan North American XF-93 dan Mc. Donnell XF-88.XF-88 kalah pada kompetisi ini dari XF-93, namun keputusan untuk produksi ditunda sampai kompetisi ‘fly-off’ dapat dilaksanakan. Fly-off dilakukan pada musim panas tahun 1950, dan Voodoo menjadi pemenangnya. Tetapi karena perubahan kebutuhan pesawat tempur penetrasi dalam Angkatan Udara, program ini harus dibatalkan secara keseluruhan.

McDonnell mengusulkan pesawat versi AL dari XF-88, pesawat latih operasional dua kursi, dan varian intai, namun tidak ada yang dibuat. Purwarupa kedua telah dimodifikasi menjadi standar XF-88B, dengan mesin turboprop Allison T38 yang terpasang di hidung sebagai tambahan dari dua mesin turbojet yang sudah ada. Pesawat ini telah melakukan penerbangan uji pada 1956, dan mencapai kecepatan sedikit melebihi Mach 1,0, pesawat terbang berbaling-baling pertama yang mampu melakukannya. Kedua purwarupa dibengkalaikan pada 1958.

Versi yang sangat diperbesar dari desain versi dasar dari XF-88 setelah dibatalkannya program tersebut adalah F-101 Voodoo. Versi produksi pertama terbang pada tanggal 29 September 1954. Pesawat ini mempunyai dua mesin di bawah ekor juga muncul pada desain ulang dari versi upgrade F3H Demon yang beroperasi dengan sangat berhasil dengan nama F-4 Phantom II.

Specifications (XF-88A)

General characteristics
•Crew: one
•Length: 16.5 m (54 ft 1.5 in)
•Wingspan: 12.1 m (39 ft 8 in)
•Height: 5.3 m (17 ft 3 in)
•Wing area: 32.5 m² (350 ft²)
•Empty weight: 5,508 kg (12,140 lb)
•Loaded weight: 8,394 kg (18,500 lb)
•Max takeoff weight: 10,477 kg (23,100 lb)
•Powerplant: 2× Westinghouse J34-WE-22 afterburning turbojets, 21.4 kN (4,825 lbf) each

Performance
•Maximum speed: 1,130 km/h (706 mph)
•Range: 2,779 km (1,737 miles)
•Service ceiling: 12,012 m (39,400 ft)
•Rate of climb: 40 m/s (8,000 ft/min)
•Wing loading: 258 kg/m² (52.9 lb/ft²)
•Thrust/weight: 0.44

Armament
•6x M39 20mm cannon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *